This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2015

Zikir



Zikir

Alif, alif, alif!
Alifmu pedang ditanganku
Susuk di dagingku, kompas dihatiku
Alifmu tegak jadi jagak, meliut jadi belut
Hilang jadi angan, tinggal bekas menetaskan
Terang
Hingga aku
Berkesiur pada anginya kecil Takdir-Mu
Hompipah hidupku, hompimpah matiku
Hompipah nasibku, hompipah, hompipah, hompipah!
Kugali hatiku dengan linggis alifmu
Hingga lahir mata air, jadi sumur, jadi sungai
Jadi laut, jadi samudra dengan sejuta gelombang
Mengerang menyebut alifmu
Alif, alif, alif!
Alifmu yang satu tegak dimana-mana

Gemuruh Tasbih


Gemuruh Tasbih

Lihatlah
Bulan putih mengambang dilangit
Cahayanya sejuk menyiram batin
Sejuk membelah jiwa yang luka
Lihatlah
Lambing kesejukan memenuhi cakrawala
Langit tergelar berjuta keajaiban
Tak ada yang tahu
Kecuali yang memiliki kesucian abadi
Subhanallah
Lihatlah
Kerlap bintang gemintang
Menghiasi saudra langit-langitmu
Bagai mutiara-mutiara jiwa ditelaga
Mengalir membasuh duka
Alhamdulillah
Lihatlah
Bentangan alam semesta
Keagungan-Nya menyatu dalam keperkasaan
Walau berpendar-pendar
Hanya ada satu yang melekat di dinding hati
Lailahaillallah
Lihatlah
Langit tergelar bagai sajadah
Lihatlah
Lautan jubah berenang penghujung malam
Subuh riyuh rendah menggesek dzikir

Pengajar + Pelajar = Petaka


Pengajar + Pelajar = Petaka

Baru sadarku dari amunan panjang
Hening ketika kurasakan
Perlahan kuberanikan putarkan pandangan
Tertidur…pandangan kosong…..bosan….
Berbagai pose
Bermacam ekspresi
Terlukis diwajah putra-putri bangsa
Di depan…
Guru hanya duduk menerangkan
Tanpa fariasi…
Sesekali berdiri berjalan pulang atau datang
Samar terdengar huruf-huruf akhir
Deretan ilmu disampaikan
Satu pengetahuan
Satu kesempatan
Selalu musnah sia-sia
Bukan kesalahan tapi hak pngajar
Tiada kesadaran adalah petaka untuk pengajar





Sabtu, 04 Oktober 2014

merdeka ! katanya ..